Pernyataan Perdana Menteri (PM) Malaysia yang menyampaikan Israel yaitu negara kriminal yang pantas dieksekusi mengejutkan dunia. Bahkan Presiden Turki, Erdogan mengaku salut akan keberanian Malaysia. Komentarnya itu untuk menyoroti kekejaman rezim Zionis terhadap Palestina.
"Saya mengimbau mereka yang bersimpati dengan Palestina untuk menyuarakan kecaman mereka. Terorisme bukanlah jawabannya. Diperlukan taktik yang sempurna untuk membawa keadilan bagi Palestina," katanya.
Dalam sebuah posting blog pada hari Senin (28/1/2019) berjudul "A Genocidal State", pemimpin Malaysia ini menyampaikan seluruh dunia sanggup melihat ketidakadilan dan penindasan orang-orang Palestina oleh Israel, tetapi Israel bahkan tidak dikritik oleh orang-orang yang berbicara begitu banyak wacana kebebasan dari penindasan dan supremasi hukum.
"Israel sepertinya diistimewakan. Jika ada yang mengkritik Israel atau holocaust, beliau pribadi dicap anti-Semit. Implikasinya yaitu beliau tidak manusiawi atau tidak bermoral. Tetapi ketidakmanusiawaian Israel yang terang-terangan tidak dikutuk," ujar Matahir, yang dikutip dari Bernama, Selasa (29/1/2019).
Malaysia, kata dia, bukan anti-Yahudi atau anti-Semit. Menurutnya, orang-orang Arab juga orang-orang Semitik.
"Tetapi kami berhak mengutuk sikap tidak manusiawi dan menindas di mana pun, oleh siapa pun. Kami telah mengutuk rakyat Myanmar atas perlakuan mereka terhadap Rohingya. Kami telah mengkritik banyak negara dan orang-orang atas tindakan tidak manusiawi," katanya.
"Banyak orang dan banyak negara telah mengutuk kita. Tetapi kita belum diberi label atau menyebut orang yang berbicara sebagai hal yang benar di dunia yang bebas," lanjut Mahathir.
Sebelumnya diberitakan bahwa Komite Paralimpik Internasional (IPC) telah mencoret hak Malaysia untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Para Renang Dunia 2019 yang dijadwalkan 29 Juli-4 Agustus di Kuching sehabis negara itu tidak mengizinkan atlet Israel untuk berpartisipasi.
"Malaysia melarang dua atlet Israel, AS melarang warga negara dari lima negara Islam dan berencana untuk membangun tembok melawan Amerika Selatan. Hongaria, Polandia dan Republik Ceko melarang pengungsi. Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban menyebut pengungsi Suriah sebagai 'penjajah Muslim'," papar Mahathir menyoroti absurdnya situasi.
Dia mengakui ada derma berpengaruh untuk Israel dan Malaysia tidak sanggup bertindak terhadap Israel. Namun, kata Mahathir, Kuala Lumpur mempunyai hak untuk melarang masuk orang Israel.
"Ketika dunia mengutuk kita untuk ini, kita mempunyai hak untuk menyampaikan bahwa dunia sedang munafik. Pembicaraan mereka wacana hak asasi insan dan aturan aturan yaitu kata-kata kosong," kritik Mahathir.
Bagi mereka yang mungkin telah melupakan sejarah, Mahathir mengingatkan bahwa Israel diciptakan dari sebidang tanah Palestina tanpa referendum atau plebisit, dengan orang Palestina diusir dari Palestina tanpa kompensasi untuk tanah dan rumah yang disita oleh Israel.
Dia melanjutkan, Israel kemudian mengambil lebih banyak tanah Palestina sehingga Israel menjadi lebih besar, membangun banyak pemukiman di tanah Palestina tanpa persetujuan dari bangsa Palestina.
"Ketika orang-orang Palestina menentang dan melemparkan kerikil ke tank-tank Israel dan mobil-mobil lapis baja, para prajurit Israel menembakkan peluru tajam ke arah belum dewasa Palestina dan menangkap banyak dari mereka. Orang-orang yang ditangkap ditahan selama bertahun-tahun tanpa pengadilan," katanya.
Mahathir lantas menyinggung blokade ilegal terhadap Gaza, tetapi tidak ada negara yang mengutuk Israel sebab melanggar aturan internasional dan instruksi moral.
"Hari ini Israel menyatakan bahwa Yerusalem yaitu ibukotanya. Ketika Palestina menampar tentara Israel, mereka ditembak dan dibunuh dan banyak yang ditahan," katanya, seraya menambahkan bahwa warga Palestina tidak sanggup mengunjungi kerabat tanpa menjadi target penghinaan di banyak daerah investigasi yang dibentuk oleh orang Israel.
Ketika Palestina menembakkan roket yang sia-sia ke Israel, kata dia, Israel menjatuhkan bom dan menembakkan rudal ke kota-kota dan desa-desa Palestina yang menghancurkan sekolah dan rumah sakit serta membunuh atau melukai pasien dan anak-anak.
Dia menyampaikan ribuan warga Palestina telah terbunuh atau terluka melalui tindakan militer Israel.
Semua ini, kata dia, menjawab pertanyaan mengapa Malaysia tidak mengakui Israel, tidak mempunyai kekerabatan diplomatik dengan negara itu, dan tidak mengizinkan warga Malaysia untuk mengunjungi Israel atau sebaliknya.
"Ini yaitu satu-satunya negara di dunia yang diperlakukan Malaysia dengan cara ini," kata Mahathir.
(mas)

No comments:
Post a Comment