Pasukan Paling Ditakuti Isis Ini Akan Dikirim Bebaskan Uighur, Hidup Mulia Atau Mati Syahid! - Salallah

Media Inspiration

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, March 15, 2018

Pasukan Paling Ditakuti Isis Ini Akan Dikirim Bebaskan Uighur, Hidup Mulia Atau Mati Syahid!


Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov mengajak lebih dari satu juta masyarakat di ibukota daerah Grozny, di bersahabat masjid Heart of Chechnya, turun ke jalan, memprotes kekerasan terhadap Uighur dan menyampaikan bahwa ia akan menentang Moskow jikalau mendukung pemerintah China.

“Bahkan jikalau Rusia akan mendukung setan-setan yang melaksanakan kejahatan di China, saya menentang posisi Rusia,” tegasnya.

Dalam sebuah video live di Instagram, Kadyrov menyampaikan keinginannya mengirim pasukan keamanannya ke China. “Jika memungkinkan, saya akan mengirimkan pasukan yang paling ditakuti ISIS dan Rusia, untuk membebaskan saudara saya di Uighur,” ujarnya.

Ia menyampaikan sangat prihatin terhadap Etnis Uighur yang seolah-olah dengan Rohingya.Pemimpin Pasukan Hitam di negara lebih banyak didominasi Islam di Negara Federasi Rusia ini menyebut insiden di Xinjiang ialah rasa sakit yang tak tertahankan bagi umat Islam, untuk seluruh umat manusia.

"Jika pasukan kami sudah diturunkan, hanya ada dua pilihan. Hidup mulia atau mati syahid," ucap Ramzan yang selalu menentukan shaf ketiga ketika shalat. Meski ia hafal alquran.

Baru-baru ini, pemerintah China kembali melaksanakan tindakan represif, sesudah menangkap ratusan tokoh Uighur. Mulai dari penulis, artis sampai guru.

Sejarah Pasukan Hitam Chechnya 

Sejarah pasukan hitam Chechnya bermula ketika Mujahidin ikut membantu pada perang kedua Chechnya. Setelah runtuhnya Uni Soviet dan kemudian deklarasi kemerdekaan Chechnya, pejuang mulai memasuki banyak sekali kawasan.

Banyak dari mereka merupakan veteran perang Soviet-Afganistan dan sebelum invasi Rusia, mereka menggunakan keahlian mereka untuk melatih para pejuang Chechnya.

Nama Ramzan Kadyrov akhir-akhir ini santer dibahas sesudah ia mengirim ribuan infantri militer Chechnya ke Suriah untuk memerangi ISIS.

Ramzan Akhmadovich Kadyrov. Lahir tanggal 5 Oktober 1976. Termasuk usia yang sangat muda untuk jabatan Presiden. Tapi di usia semuda itu pun ia sudah memimpin Republik Chechnya hampir 10 tahun atau tepatnya semenjak ia berusia 30 tahun.

Ramzan diketahui publik selalu menentukan sholat di shaf ketiga pada ibadah sholat Jumat. Ia tidak mau maju ke depan sebab hormat kepada para Habaib dan Ulama yang mengisi shaf pertama dan kedua.

Saat ia menerima kehormatan untuk memasuki Ka’bah, ia menanggalkan segala atribut kebesaran kepala negara dan menggunakan pakaian yang paling sederhana sambil memegang sapu. (bbs)

Sumber https://www.asiasatu.online

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages