Warning! Flu Babi Ancam Asia Tenggara - Salallah

Media Inspiration

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Tuesday, January 1, 2019

Warning! Flu Babi Ancam Asia Tenggara


Otoritas kesehatan binatang di Asia Tenggara telah meningkatkan pengawasan perbatasan untuk mencegah penyebaran flu babi Afrika sehabis tiga kasus dilaporkan di provinsi Yunnan, Cina.


Virus yang menyebar dengan cepat itu ditemukan ahad kemudian di desa Guanfang, sekitar 200 kilometer dari perbatasan Cina dengan Myanmar dan Laos dan erat Thailand, ibarat dilaporkan dari Straits Times, 7 November 2018.


Beberapa negara telah mengambil tindakan di perbatasan dengan menerapkan pengawasan terhadap suspek, hewan, dan produk dari Cina, kata Laure Weber-Vintzel, wakil regional WHO untuk Kesehatan Hewan yang berbasis di Bangkok, Thailand.


"Virus ini menyebar sangat cepat di Cina, menyoroti tantangan yang mengendalikan transportasi babi dan produk babi," kata Weber-Vintzel.

"Produk babi yang terinfeksi memainkan tugas penting dalam penyebaran penyakit dan dihentikan diremehkan."


Wabah di Yunnan kemungkinan menawarkan peningkatan resiko alasannya erat dengan perbatasan, dan menambah ancaman penyebaran internasional yang telah ditimbulkan oleh pergerakan insan yang membawa virus dalam produk babi yang terkontaminasi, kata Weber-Vintzel.

Dilansir dari situs World Organisation for Animal Health atau OIE, flu babi Afrika ialah virus mematikan yang menjangkiti babi liar dan ternak. Penyebaran virus sanggup melalui babi hidup atau yang sudah mati melalui konsumsi atau sentuhan pribadi benda mati ibarat sepatu, pakaian, pisau dan peralatan lain.


"..ada alasan untuk percaya bahwa dalam putaran mutasi berikutnya virus sanggup menjadi berbahaya bagi manusia," kata dr. Gennady Onischchenko, dikutip dari pigprogress.net. Hingga sekarang belum ditemukan vaksin untuk membunuh virus flu babi Afrika.

Empat belas provinsi Cina telah melaporkan babi yang terinfeksi virus flu babi Afrika semenjak penyakit itu mulai menyebar di Cina pada Agustus.

Pejabat dokter binatang Cina telah berusaha untuk mengendalikan pergerakan ternak, peningkatan pengawasan penyakit, binatang yang disortir, karantina peternakan dan berusaha melacak sumber bisul virus flu babi Afrika, berdasarkan laporan 1 November yang disiapkan oleh Zhang Zhongqiu, administrator jenderal Pusat Pengendalian Penyakit Hewan Cina, untuk Kesehatan Hewan WHO yang berbasis di Paris.


Sumber https://www.asiasatu.online

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages