Mentan : Boleh Beli Gabah Dengan Nilai Tinggi, Tapi Jangan Dijual Mahal... Net : Bagaimana Dengan Starbucks Pak??? - Salallah

Media Inspiration

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Wednesday, January 2, 2019

Mentan : Boleh Beli Gabah Dengan Nilai Tinggi, Tapi Jangan Dijual Mahal... Net : Bagaimana Dengan Starbucks Pak???


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku tak keberatan jikalau ada perusahaan yang membeli gabah dari petani dengan nilai tinggi atau di atas harga pembelian pemerintah (HPP).

Namun, dibutuhkan pengusaha besar tidak lalu mencari laba yang juga jauh lebih besar dan membebankan masyarakat selaku konsumen.

"Saya bahagia (gabah petani) dibeli tinggi, tapi jangan jual mahal. Beli mahal, alhamdulillah. Tapi, jangan tinggi (keuntungannya mencapai) 200 persen," ungkapnya di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (25/7).

Menteri Amran menyatakan demikian, alasannya hal tersebut mewujudkan disparitas harga yang tinggi serta berdampak jelek bagi pengusaha lain dan masyarakat, termasuk petani selaku produsen.

Jebolan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini, lalu mencontohkan dengan fakta yang terjadi di lapangan. Misalnya, ada perusahaan yang membeli gabah petani dengan harga relatif sama.

Lalu, diproses menjadi beras medium dan dijual harga normal rerata Rp10.519/kg. Sehingga, disparitas harga di tingkat petani dan konsumen cuma Rp3.219/kg (44 persen).

Tapi, PT Indo Beras Unggul (IBU), sesuai temuan di beberapa lokasi, menjual produknya berupa beras premium mencapai Rp23.000-Rp26.000/kg, meski harga beli gabah petani angkanya menyerupai perusahaan lain. Artinya, disparitas harga di tingkat petani dan konsumen menembus 300 persen.

Harga jual produk PT IBU itu, menyerupai Cap Ayam Jago jenis pulen amis super dan pulen amis di Giant Cilandak, Jakarta Selatan masing-masing Rp25.38.

Pernyataan Mentan ini dianggap berat sebelah. Karena banyak perusahaan absurd yang melaksanakan praktek menyerupai itu. Bahkan lebih parah. Contohnya Starbuck yang membeli kopi dari petani dengan harga murah, lalu diproses dan dijual dengan harga yang sangat mahal. 

Sumber https://www.asiasatu.online

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages