Fakta Sejarah : China Kuasai Negara Lain Melalui Megaproyek Dan Tenaga Kerjanya - Salallah

Media Inspiration

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, March 15, 2018

Fakta Sejarah : China Kuasai Negara Lain Melalui Megaproyek Dan Tenaga Kerjanya


Musim gugur 1950, pasukan tentara merah Cina menguasai Tibet—negeri di atas angin yang dipimpin Dalai Lama. Dari penyerbuan inilah pertikaian Cina-Tibet bermula.

Setahun kemudian, pimpinan Tibet, Dalai Lama ke-14, Tenzin Gyatso, didongkel dari jabatannya. Sementara Cina mengangkat pemimpin gres di Tibet. Tibet terpecah belah. Gejolak politik memanas.

Pada 17 Maret 1959, tentara Cina hendak menangkap Dalai Lama guna menguasai Tibet sepenuhnya. Tapi Dalai Lama ke-14 itu berhasil meloloskan diri dan mendirikan semacam pemerintahan pelarian di Dharamsala, India hingga hari ini. Sejak itu pula Cina mengklaim Tibet sebagai wilayah resminya.

“Sejak Cina mencaplok Tibet pada tahun 1951 dan pemimpin agama dan politik, Dalai Lama, melarikan diri ke pengasingan di India, pemerintah sentra telah menyuntikkan dana lebih dari 648 miliar yuan atau setara 100 miliar dolar AS untuk wilayah tersebut,” demikian sebut Bloomberg pada Desember tahun lalu.

Subsidi Beijing ini dipakai untuk sejumlah megaproyek infrastruktur paling penting bagi peradaban modern: listrik, transportasi, dan teknologi informasi.

PLTA di Tibet

Untuk memenuhi sasaran energi terbarukan, Cina—meski sudah menjadi negeri paling produktif menghasilkan pembangunan bendungan di dunia—masih terus memanfaatkan lebih banyak lagi tenaga air.

Di Tibet, megaproyek  bendungan raksasa itu ditempatkan di  sungai Yarlung Tsangpo Dataran Tinggi Tibet. Sungai ini merupakan hulu dari sungai Brahmaputra yang mengalir ke hilir di India dan Bangladesh.

The Guardian pada 2010 pernah melaporkan, Cina merencanakan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) itu sanggup menghasilkan listrik sebesar 38 gigawatt.

Kereta Api di Tibet

Selain proyek gigantis PLTA, Cina telah membangun jalur rel kereta sepanjang 3.757 km membelah Himalaya untuk mengubungkan Beijing ke ibukota Tiber, Lhasa. Proyek ini telah diresmikan pada 2006 kemudian ini dan dinilai sebagai proyek prestius alasannya yaitu melewati ketinggian 5072 m di atas permukaan maritim di Tanggula Pass. Tanggula pas menjadi stasiun tertinggi yang sanggup dilintasi kereta api di dunia.

Jalur kereta api ini juga didukung dengan sistem telekomunikasi mobile dengan cakupan area mencapai 80 persen di sepanjang  jalur dan diperkirakan akan mencapai 95 persen di masa depan. Penumpang kereta sanggup mengirim dan mendapatkan pesan dan panggilan dengan ponsel pada di sepanjang perjalanan menuju ke “Atap Dunia” Tibet.

Tapi Cina belum puas dengan pencapaian itu. Maret tahun ini, pemerintah Cina telah bersepakat menghubungkan jalur kereta api dari Tibet ke Nepal.


Dampak bagi Tibet

Laporan Tibet Watch (2014), organisasi hak asasi insan di Tibet, menjelaskan bahwa sekarang Tibet telah berubah. Sejumlah proyek ibarat listrik, kereta api, bandara, dan jaringan telekomunikasi telah mengubah kebudayaan Tibet. Cina telah mengubah Tibet yang tradisional menjadi tontonan para turis.

Di selesai laporannya yang berjudul “Culture Clash: Tourism in Tibet”, Tibet Watch berkesimpulan bahwa banyaknya proyek-proyek Cina di Tibet telah berdampak negatif pada masyarakat lokal, lingkungan, situs fisik, praktik agama, serta budaya tradisional. Pendek kata, Cina hanya mengeksplorasi Tibet dari alam hingga manusianya.

Senada dengan laporan Tibet Watch, Cutural Survival—lembaga nirlaba pendukung kelangsungan budaya Masyarakat Adat menyebutkan banyak orang Tibet tidak memperoleh manfaat ekonomi dari masuknya wisatawan ke wilayah mereka.

Sebagian besar pekerjaan yang diciptakan oleh pembangunan pariwisata di Tibet hanya untuk pekerja migran asal Cina.

“Sementara sebagian besar pendapatan yang dihasilkan dari peningkatan jumlah wisatawan Cina mengalir kembali ke Cina,” demikian sebut forum itu.

(tirto.id - agu/nqm)



Sumber https://www.asiasatu.online

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages