Ini Undangan Eksklusif Muslim Uighur Buat Rakyat Indonesia, Mohon Disebarkan - Salallah

Media Inspiration

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, March 15, 2018

Ini Undangan Eksklusif Muslim Uighur Buat Rakyat Indonesia, Mohon Disebarkan


Penderitaan Muslim Uighur seharusnya menjadi perhatian umat Islam dunia. Sebab, yang dialami Muslim Uighur tidak jauh beda dengan kondisi di Gaza, Suriah, maupun Patani. Peran itu seharusnya dapat dimainkan oleh Indonesia sebagai negara dominan muslim

Demikian cita-cita para pengungsi Uighur dikala ditemui Jurnalis Islam Bersatu (JITU) di Turki, final September.

Saat ditemui, kondisi mereka sangat memperihatinkan. Amin (bukan nama sebenarnya) yang berencana hijrah ke Suriah bersama keluarganya, mengaku terpaksa keluar dari kampung halamannya alasannya ialah tidak tahan kezhaliman yang dilakukan pemerintah Cina.

“Kami tidak ada pilihan. Di Cina kami disiksa, ulama kami dibunuh, dan kami dihentikan mendirikan sekolah,” ujar Amin bersama istri dan satu anaknya berjulukan Muslimah (4 tahun).

Amin menandakan Muslim Uighur tidak dapat menjalankan fatwa Islam sepenuhnya di Cina. “Bahkan untuk memelihara jenggot saja kami dipenjara,” katanya yang menandakan ada ribuan Ulama Uighur dipenjara oleh pemerintah Cina.

JITU pun mengkonfirmasi gosip bahwa muslim Uighur dipaksa untuk berbuka puasa oleh pemerintah Cina. Amin pun membenarkannya. Berita itu, katanya, bukanlah isapan jempol semata. “Berita itu benar adanya. Kami dipaksa untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan,” ungkapnya prihatin.

Saat ditanya, apakah Muslim Uighur mempunyai situs khusus biar media-media di Indonesia dapat mengakses penderitaan Muslim Uighur, Amin menjelaskan bahwa pemerintah Tiongkok melarang mereka melaksanakan itu.

“Banyak dari kami takut berbicara ke dunia, alasannya ialah pemerintah memenjara kami,” terangnya.

“Karena itu, seluruh saluran informasi ditutup rapat-rapat oleh pemerintah Cina,”  tambahnya.

Hal senada juga dikatakan Abdullah. Remaja berusia 18 tahun ini menentukan keluar rahasia dari kampung halamannya untuk hijrah ke Suriah. Bukan hal gampang bagi Abdullah untuk keluar dari negerinya. Sebab kalau pemerintah Tiongkok tahu dirinya akan pergi ke Suriah, niscaya akan ditangkap.

Abdullah memaparkan nestapa muslimah Uighur dikala melahirkan. Tidak sedikit dari para muslimah tersebut harus berpisah dengan anaknya alasannya ialah arogansi pemerintah Tiongkok.

“Saat mereka lahir, bayi mereka diambil oleh pemerintah,” terangnya dengan bahasa Arab yang cukup fasih.

Intoleransi pemerintah untuk menghambat regenarasi umat Islam tidak berhenti di sana. Abdullah menandakan meski usianya sudah 18 tahun tapi ia belum pernah mencicipi sekolah agama formal.

Intoleransi Pemerintah Cina kepada generasi muslim pun menciptakan Abdullah tidak dapat meraih pendidikan agama di daerahnya.

“Di Provinsi Xinjiang, pemerintah melarang umat Islam untuk mendirikan madrasah,” tandas Abdullah yang menandakan sebutan Xinjiang ialah bentuk stereotype pemerintah Cina.

Umat Islam di Provinsi Xinjiang lebih suka disebut Muslim Uighur.

Berharap Peran Indonesia


Amin berharap Indonesia sebagai negara dominan muslim dapat peduli terhadap nasib saudaranya di Uighur. Sebab muslim Uighur sudah tidak tahan dengan kekerasan yang dilakukan pemerintah Cina.

“Kami berharap biar muslim Indonesia selalu memberitakan kondisi kami. Ada ribuan ulama kami yang kini di penjara oleh pemerintah Cina. Mereka disiksa dan dibunuh. Kami minta muslim Indonesia mendoakan kami,” ujarnya.


Sumber https://www.asiasatu.online

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages