Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mempunyai pergaulan cukup luas di kancah internasional. Hal itu dibuktikan dengan kehadiran mantan Panglima NATO, Jenderal (purn) Wesley Clark ke kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jumat (22/2).
"Pak Prabowo memang mempunyai pergaluan yang cukup luas dan beliau yaitu mantan tentara yang brilian," ungkap Ketua Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Ahmad Alfajri kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (22/2).
Namun demikian, Fajri menilai kedatangan Clark tidak serta merta ditafsirkan sebagai pinjaman terhadap Prabowo Subianto di Pilpres 2019.
“Kunjungan ke Prabowo belum dapat ditafsirkan bahwa NATO lebih berminat kepada Prabowo," tegasnya.
Fajri juga yakin, Clark tidak ingin dikenal sebagai sosok yang mendukung Prabowo, terlebih mewakili NATO.
“Karena itu akan menempatkan mereka dalam posisi yang tidak strategis bila berhadap dengan pemerintahan sekarang," sambungnya.
Fajri menentukan menafsirkan kunjungan Clark tersebut dengan membandingkan pergaulan antara para calon presiden. Prabowo, kata dia, lebih mempunyai hubungan internasional yang luas, sementara Jokowi kurang aktif dalam forum-forum internasional.
"Memang Jokowi kurang aktif terlibat dalam forum-forum internasional, terutama yang bekerjasama dengan isu-isu keamanan, jadi attachment lembaga keamanan menyerupai NATO kepada Jokowi memang tidak terlalu kuat," demikian Fajri. [ian]

No comments:
Post a Comment