Tuduhan demi tuduhan tak pernah berhenti ditujukan kepada calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi.
Apalagi mengingat gelaran Pilpres yang makin dekat, kritik terhadap pemerintah ketika ini semakin gencar dilayangkan oleh kubu oposisi.
Salah satu tudingan yang dimaksud yaitu bahwa Presiden melaksanakan kriminalisasi terhadap ulama. Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ikut menyuarakan pendapatnya terkait hal ini.
Ia tak oke dengan info kriminalisasi ulama yang ditujukan untuk presiden. Ia bahkan mengaku heran mengapa bisa muncul anggapan menyerupai itu.
Sebab, selama ini Jokowi dikenal sebagai langsung yang taat beragama. Sebagai orang yang sudah mengenal Jokowi lebih dari sepuluh tahun, Luhut menyampaikan bahwa Jokowi rajin sembahyang dan menunaikan ibadah puasa.
"Jadi kalau dibilang, misalnya, dibilang kriminalisasi ulama, darimana?" tanya Luhut ketika menghadiri program silaturahmi di depan purnawirawan TNI-Polri.
"Sejak saya kenal 12 tahun lalu, ia (Jokowi) tukang sembahyang, tukang puasa. Bahkan shalat Jumat sampai 4 rakaat. Yang sebelah sana kita belum terperinci juga."
Selain soal kriminalisasi ulama, Luhut juga meluruskan tuduhan Jokowi pemimpin yang otoriter. Justru sebaliknya, Jokowi yaitu langsung yang sangat menghargai pendapat orang lain.
Presiden mau mendengarkan gagasan yang muncul sehingga salah besar jikalau ia disebut mempunyai sifat otoriter. Luhut bisa berkata demikian lantaran ia sendiri telah bekerja di bawah pemerintahan Jokowi.
"Tidak otoriter. He listen to you carefully. Saya mengalami," terperinci Luhut. "Saya jelaskan argumen saya kasih. Saya tanya siapkan semuanya dengan staf saya semua. Dia mendengarkan."
Oleh lantaran itu, Jokowi dianggap Luhut bisa memimpin Indonesia ke arah yang lebih baik. Meski demikian, ia tidak memaksa para purnawirawan yang berkumpul di program tersebut untuk memperlihatkan santunan pada Jokowi. Sebab, pilihan merupakan hak masing-masing individu sebagai warga negara.
"Sekali lagi dari lubuk hari saya terdalam, Anda mau pilih siapa saja, itu terserah," ujar Luhut. "Tapi kalau mau masa depan Indonesia yang cantik pilihlah pak Jokowi."

No comments:
Post a Comment