Laporan Ustadz Asal Indonesia Perihal Uighur Ini Bikin Negara Muslim Terhenyak! - Salallah

Media Inspiration

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, March 15, 2018

Laporan Ustadz Asal Indonesia Perihal Uighur Ini Bikin Negara Muslim Terhenyak!


Aktivis Kemanusiaan, Ustadz Azzam Mujahid Izzulhaq berhasil menembus Xinjiang, China. Ustadz Azzam dengan blak-blakan menceritakan kondisi memprihatinkan Muslim Uyghur yang pribadi dia saksikan. Berikut beberapa kutipan pernyataan beliau:

1. Suasana Masjid di Xinjiang

Ustadz Azzam, dalam ceritanya, mendirikan shalat di masjid 3 lantai dengan bangunan yang mengagumkan.

"Masjidnya 3 lantai. Dibangun lebih dari puluhan atau hingga ratusan lalu. Ornamennya cantik. Perpaduan gaya Turki, Mongolia, Kyrgistan dan China. Dulu penuh. Dibuka sepanjang hari. Anak-anak ramai mengaji. Orang renta dan orang muda memenuhi shaf depan hingga belakang. Dari mulai mengaji hingga mungkin hanya foto-foto selfie. Tapi itu dulu. Sekarang sepi. Dibatasi." ungkapnya.

2. Pemeriksaan Masuk Masjid

Ustadz Azzam menuturkan, untuk masuk ke dalam Masjid dilakukan pengecekan ketat tak ubahnya investigasi imigrasi.

"Masuk masjid diperiksa identitas diri. Barang bawaan dimasukkan mesin. Diperiksa manual lagi dengan teliti. Orang absurd ibarat saya semacam masuk lagi gerbang imigrasi. Paspor discan, dilacak. Beragam visa di lembaran paspor dibaca dengan teliti. Kacamata dibuka dan wajah difoto biometrik lagi. Handphone diperiksa, dibuka semua aplikasi dan galeri." terangnya menuturkan.

3. Tidak Ada Dzikir Setelah Sholat

Usai shalat, katanya, tak ada ibadah berupa dzikir bersama. Jamaah pribadi diperintahkan keluar dari masjid.

"Lepas shalat, tak dapat duduk sekedar dzikir, doa atau mengaji. Semua jamaah diminta segera pergi." ungkapnya.

4. Tidak Ada Pemuda Uyghur Di Masjid

Di masjid tidak ada jamaah dari kalangan pemuda. Jamaah didominasi kalangan tua, itu pun dapat dihitung jari.

"Menoleh ke belakang, depan, kanan dan kiri tak ada cowok apalagi pemudi. Semuanya orang renta yg tak muda lagi. Bukan tak mau atau malas shalat di masjid ibarat yg disabdakan Baginda Nabi. Mereka takut dengan bahaya sekurang-kurangnya 2 bulan di dalam bui. Masjid indah ini, bahkan di hari Jumat saja tak hingga setengahnya dipenuhi." terangnya, miris.

5. Khutbah Jum'at Dipersingkat

Selain sepi dikala Shalat Jum'at, khutbah juga dilangsungkan secara singkat. Tak ada uraian yang menciptakan semangat.

"Tak ada khutbah menggelegar sebagai mana dilakukan oleh Baginda Nabi. Khutbah sekadar pembukaan, pujian, shalawat, wasiat ketaqwaan dan satu Ayat Al Quran. Tak hingga 3 menit sudah khutbah kedua yg ditutup hanya dengan sebait doa ampunan." tegas Azzam bercerita.

6. Tidak Boleh Berinteraksi

Semakin miris ketika ustadz Azzam mengucapkan salam sembari tersenyum, tetapi tak ada balasan. Mereka hanya memberi aba-aba dengan dua bola matanya.

"Saya rindu disalami lepas shalat. Tapi tak ada yang berani. Bahkan sekedar mengucapkan "Assalamu'alaikum" kepada sesama saudara dikala berpapasan di dalam atau di luar dan di sekitar masjid tak ada jawaban salam. Saya ucapkan duluan sambil tersenyum, mereka hanya menatap iba sambil menggerakkan bola matanya yg tampak sedih berduka itu ke arah sudut atas kanan dan kiri. Ya, ada CCTV. Mereka tak berani." ungkapnya, sedih.

Jika di depan Ka'bah saya menangis dikala shalat mendengarkan ayat yang dibaca oleh Sang Imam dengan begitu fashih, panjang dalam alunan bunyi yang menyentuh hati. Tidak di sini. Saya menangis sebab kondisi ini. Dengan segala keterbatasan umat Islam untuk beribadah kepada Allah Rabbul Izzati.

Ya Rabb, lindungi dan selamatkan saudara 

Sumber https://www.asiasatu.online

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages