Media Terkemuka Di Inggris : Dibayar Rp4juta, Buzzer Ahok Siap Habisi Oposisi Dan Koalisi Kelompok Islam - Salallah

Media Inspiration

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, March 15, 2018

Media Terkemuka Di Inggris : Dibayar Rp4juta, Buzzer Ahok Siap Habisi Oposisi Dan Koalisi Kelompok Islam


Keperluan buzzer di tahun politik meningkat pesat. Keberadaan mereka di dunia maya selama kontestasi politik di Indonesia menjadi perhatian media Inggris, The Guardian.

Media ini pun lantas menurunkan goresan pena menyoroti keberdaan tim Buzzer yang menjadi bab dari politik yang sedang berkembang di Indonesia, membantu memecah belah agama dan ras.

Dalam tulisannya, The Guardian mewawancarai seorang anggota tim buzzer Ahok ketika bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Sumber yang mengaku berjulukan Alex itu menyampaikan ia yaitu salah satu dari 20 orang dalam pasukan maya belakang layar yang berbagi pesan dari akun media palsu untuk mendukung Ahok.

"Kami diperintahkan harus mempunyai lima akun Facebook, lima akun Twitter dan satu Instagram," katanya ibarat dikutip dari The Guardian.

"Dan mereka menyampaikan kepada kami untuk merahasiakannya. Mereka bilang ini 'waktunya berperang' dan kami harus menjaga medan perang dan tidak memberi tahu siapa pun perihal kami bekerja," imbuhnya.

"Ketika Anda sedang berperang, Anda memakai apa pun yang tersedian untuk menyerang lawan. Tetapi adakala saya merasa jijik dengan diri saya sendiri," ucapnya.

Alex menyampaikan timnya dipekerjakan untuk melawan banjir sentimen anti Ahok, termasuk hashtag yang mengkritik kandidat oposisi, atau menertawakan koalisi kelompok Islam.

Tim Alex, yang terdiri dari pendukung Ahok dan mahasiswa, memperoleh bayaran Rp4 juta. Mereka diduga bekerja di sebuah rumah glamor daerah Menteng, Jakarta Pusat. Masing-masing dari mereka diberitahu untuk mengirim 60 sampai 120 kali cuitan sehari di akun Twitter palsu dan beberapa kali postingan setiap hari di Facebook.

Alex menyampaikan timnya terdiri dari 20 orang, masing-masing dengan 11 akun media sosial, akan menghasilkan sampai 2.400 postingan di Twitter sehari.

Operasi ini dikoordinasikan melalui grup WhatsApp berjulukan Special Force, atau Pasukan Khusus, yang Alex perkirakan terdiri dari sekitar 80 anggota. Tim itu memberi makan konten dan hashtag harian untuk diposting.

"Mereka tidak ingin akun tersebut menjadi anonim sehingga mereka meminta kami untuk mengambil foto untuk profil tersebut, jadi kami mengambilnya dari Google, atau terkadang kami memakai gambar dari teman-teman kami, atau foto dari grup Facebook atau WhatsApp," terperinci Alex.

"Mereka juga mendorong kami untuk memakai akun perempuan elok untuk menarik perhatian pada materi; banyak akun yang ibarat itu," sambungnya.

Di Facebook, mereka bahkan menciptakan beberapa akun memakai foto profil aktris absurd yang terkenal. Jaringan yang telah terbentuk usang ini diyakini juga akan mewarnai perang dunia maya di Pilpres 2019. Mereka diduga akan membela Jokowi. Karena Ahok sudah bergabung ke PDIP.


Sumber https://www.asiasatu.online

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages