Beberapa Fakta Agresi 812 Malaysia, Kami Ingin Menegakkan Islam Sebagai Agama Resmi Malaysia - Salallah

Media Inspiration

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Tuesday, January 1, 2019

Beberapa Fakta Agresi 812 Malaysia, Kami Ingin Menegakkan Islam Sebagai Agama Resmi Malaysia


Aksi yang digelar di jalan-jalan kota Kuala Lumpur tersebut merupakan sebuah agresi yang bertujuan untuk memprotes Konvensi Internasional perihal Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial atau  International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination (ICERD).

ICERD diklaim merupakan sebuah bahaya terhadap hak-hak Islam dan Melayu yang ada dalam konstitusi Federal.

Dalam demontrasi tersebut diketahui jikalau adanya kebebasan berkumpul walaupun dengan latar belakang pandangan atau visi-misi yang berbeda.

Pemerintah Malaysia sebelumnya telah menyatakan jikalau tidak akan meratifikasi gagasan PBB terkait ICERD.

Mendapatkan kabar tersebut, penyelanggara kemudian mengungkapkan jikalau agresi anti-ICERD yang digelar merupakan ungkapan rasa syukur dan santunan kepada pemerintah.

"Saya mengulangi apa yang telah dikatakan oleh perdana menteri (Tun Dr Mahathir Mohamad) ... Jika mereka ingin berkumpul, ingin melaksanakan ucapan syukur ... itu ialah hak mereka, komitmen untuk tidak melaksanakan tindakan provokatif. " ucap Wakil Menteri di Departemen Perdana Menteri, Hanifa Maidin, Sabtu (8/12/2018).

Pihak penyelenggara mengungkapkan jikalau sebanyak 500 ribu orang akan berkumpul dan menghadiri agresi anti-ICERD.

Sebelumnya, penyelenggara mengungkapkan jikalau sebanyak 300 ribu orang akan hadir.

Mereka berkumpul memakai pakaian berwarna putih sesuai dengan apa yang dikatakan oleh panitia.


Aksi berjalan Damai


Aksi yang digelar di Daratan Merdeka ini dikatakan merupakan agresi paling hening yang pernah ada di Malaysia.

Peserta agresi yang tiba memenuhi daerah Daratan Merdeka tampak mengikuti agresi dengan tertib.

Menurut penuturan dari Pengacara Hak Sipil Syahredzan Johan, merupakan satu di antara upaya untuk menuju Malaysia baru.

Aksi tersebut juga diketahui berjalan lancar tanpa adanya insiden berarti yang merugikan kedua belah pihak.

Untuk mendukung peraturan Anti-Merokok oleh Kementrian Kesehatan, penyelenggara agresi anti-ICERD melarang massa yang tiba untuk merokok.

Melalui pembawa acara, usul untuk tidak merokok digaungkan.

"Harap hancurkan rokok Anda jikalau Anda merokok ... kami ingin mengadakan pertemuan yang sehat," kata pembawa acara.

Dikutip dari Malay mail, hal tersebut dipatuhi oleh massa agresi 812 di Malaysia.

Banyak dari mereka yang mematikan rokoknya sesudah mendapat usul dari pembawa program dan juga panitia penyelenggara.

Bawa Serta Anak untuk Ajarkan Patriotisme


Seorang penerima aksi, Idris Muhammas (49) membawa serta keluarga besarnya.

Dikatakan oleh Idris hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran keluarganya perihal tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Melayu dan juga Muslim.

“Kami ingin menegakkan Islam sebagai agama resmi Malaysia, dan kehadiran kami di sini ialah peringatan bagi semua untuk tidak menentang itu.

“Saya sangat terkejut melihat jumlah peserta, saya tidak berharap banyak yang muncul, tetapi kehadiran mereka hanya menciptakan saya lebih antusias untuk berjuang demi usaha kami,” katanya.

Peserta lain, Zaharuddin Mohammad (45) mengungkapkan pentingnya mengajarkan pada belum dewasa patriotisme semenjak muda.

Ia membawa anak laki-lakinya yang berusia delapan tahun dan anak perempuannya berusia empat belas dan lima belas tahun.

"Kami di sini dengan hening dan dengan atau tanpa anak-anak, pelajaran patriotisme ada bagi mereka untuk belajar, jadi saya tidak melihat persoalan dengan saya membawa mereka selama saya mengawasi," katanya.


Sumber https://www.asiasatu.online

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages