Tepuk anak soleh yang diajarkan di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diminta tidak boleh atau diubah.
Pasalnya, dalam permainan yang dibentuik dalam lagu tersebut dinilai secara tidak pribadi mendidik anak menjadi intoleran.
"Tepuk anak soleh yang diakhir berbunyi 'islam yes, kafir no' melatih anak menjadi intoleran dan merusak kebersamaan. Dikhawatirkan nantinya berlanjut sampai ke jenjang pendidikan berikutnya," kata Ketua Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Banyumas dalam rapat koordinasi Pokja Program Pendidikan Keluarga (Dikkel) di Gedung Ki Hajar Dewantara, Jum'at (28/7/2017).
Sumber: RADAR BANYUMAS
***
Berikut suara "Tepuk Anak Soleh"
Tepuk anak sholeh (prok prok prok ---> tepuk tangan)
Aku (prok prok prok)
Anak sholeh (prok prok prok)
Rajin sholat (prok prok prok)
Rajin ngaji (prok prok prok)
Orang bau tanah (prok prok prok)
Dihormati (prok prok prok)
Cinta islam (prok prok prok)
Sampe mati (prok prok prok)
Laa ilaaha illallah Muhammadur rosulullah
Islam islam yessss
Kafir kafir noooo
Bagaimana komentar anda? Apakah lagu ini lebih berbahaya dari lagu cinta-cintaan yang ada sekarang? Atau lebih berbahaya dari sinetron tong kosong yang isinya hanya mengatakan materialistis?

No comments:
Post a Comment