Duterte Serukan Para Uskup Dibunuh Alasannya Yakni Kolot Dan Tidak Berguna - Salallah

Media Inspiration

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Tuesday, January 1, 2019

Duterte Serukan Para Uskup Dibunuh Alasannya Yakni Kolot Dan Tidak Berguna


Presiden Filipina Rodrigo Duterte menciptakan ajakan berbahaya yang menargetkan pihak Gereja Kristen di negaranya. Dia menyerukan supaya para uskup dibunuh alasannya ia anggap terbelakang dan tak berguna.

Seruan pembunuhan ini sebagai respons atas kritik pihak Gereja Kristen atas maraknya pembunuhan di luar aturan selama perang anti-narkoba berlangsung.

Dalam pidato di Istana Presiden pada hari Rabu, Duterte menciptakan ajakan dalam bahasa adonan Filipina dan Inggris.

"Uskup-uskup ini yang kalian miliki, bunuh mereka. Mereka ialah orang terbelakang yang tidak berguna. Yang mereka lakukan hanyalah mengkritik," kesal Duterte, menyerupai dikutip Al Jazeera, Kamis (6/12/2018).

Dalam sebuah pidato kepada pejabat pemerintah kemudian, Duterte juga menyebut Gereja Kristen sebagai "institusi yang paling munafik" dan menyampaikan bahwa Tuhan-nya berbeda dari penganut Katolik.

"Saya tidak pernah menyampaikan saya tidak percaya pada Tuhan. Apa yang saya katakan ialah Tuhan Anda bodoh, saya punya banyak nalar sehat. Itulah yang saya katakan kepada para uskup," katanya.

"Saya tidak pernah menyampaikan bahwa saya ialah seorang ateis," lanjut dia.

Filipina mempunyai lebih dari 100 juta penduduk, yang 90 persen di antaranya mengidentifikasikan diri sebagai penganut Katolik.

Duterte dikenal alasannya menciptakan pernyataan kontroversi. Pada awal pekan ini, ia menyampaikan ia memakai ganja untuk tetap terjaga, tetapi kemudian mencabut pernyataan tersebut yang ia klaim hanya bercanda.

Pada bulan Desember tahun lalu, tiga imam Kristen tewas, seiring dengan gencarnya kritik dari Gereja Kristen terhadap maraknya pembunuhan di luar aturan dalam perang anti-narkoba.

"Mereka membunuh kawanan kami. Mereka membunuh kami, para gembala. Mereka membunuh iman kami. Mereka mengutuk gereja kami," kata para pemimpin Kristen dalam pernyataan yang dilontarkan awal tahun ini.

Uskup Agung Socrates Villegas juga mendesak Duterte untuk menghentikan "penganiayaan lisan" terhadap Gereja Katolik."Karena serangan semacam itu tanpa disadari sanggup memberanikan lebih banyak kejahatan terhadap para imam," katanya.

Duterte, yang ialah seorang Kristen yang telah dibaptis, telah menyampaikan bahwa gereja tidak mempunyai otoritas etika untuk mengkritiknya.

Sebaliknya, ia menyerang balik institusi gereja yang sarat skandal pemerkosaan yang melibatkan imam di seluruh dunia.

Dia Duterte pernah mengecam Paus Fransiskus selama kampanye pemilu 2016, tetapi kemudian meminta maaf. (snd) 

Sumber https://www.asiasatu.online

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages