Belasan orang dilaporkan terluka saat sekelompok warga menyerbu kuil Hindu di Petaling Jaya, Malaysia, pada Selasa (27/11) dini hari.
The Straits Times melaporkan bahwa kejadian ini bermula saat sekitar 50 orang merangsek masuk ke dalam kuil Sri Maha Mariamman pada pukul 02.00 waktu setempat.
"Sekelompok orang Malaysia yang membawa pisau, kapak, dan tongkat baja menyerang kami dan meminta kami keluar dari kuil. Mereka bilang lahan ini dimiliki oleh One City," ujar seorang anggota dewan kuil, Yuvaraj Nagaraju.
Insiden ini terjadi di tengah peningkatan ketegangan akhir sengketa lahan antara pihak pengembang, One City Development, dengan umat Hindu di kuil tersebut semenjak 2007 lalu.
Pada Maret 2014, One City Development sudah mencapai akad di pengadilan untuk merelokasi kuil berusia satu masa itu ke satu tempat yang berjarak 3,5 kilometer dari Petaling Jaya.
One City Development sendiri sudah menunjukkan bantuan sebesar 1,5 juta ringgit atau setara Rp5,1 miliar untuk pembangunan kuil baru.
Tenggat waktu untuk relokasi itu jatuh pada Kamis pekan lalu. Sebagian umat oke direlokasi, tapi sebagian lainnya ingin memperjuangkan lahan tersebut.
Dalam sejumlah video, terlihat umat muslim berkumpul untuk mengatakan tunjangan kepada pihak kuil.
"Kuil ini sudah ada di sini semenjak lama. Hanya alasannya yaitu ada pembangunan, tidak adil untuk meminta kami pindah ke tempat lain," ucap Kaliadass Elanchelian. (has)

No comments:
Post a Comment