Front Pembela Islam (FPI) menuding ada operasi khusus untuk menjebak Imam Besar Rizieq Shihab. Sekretaris FPI, Munarman menyerukan kepada segenap simpatisan, untuk menggaungkan pemulangan Rizieq Shihab ke Tanah Air.
"Ayo... sudah saatnya sekarang kita gaungkan di seluruh pelosok negeri: Kembalikan Habib Rizieq ke Indonesia," ujar Munarman, melalui keterangannya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/11).
Munarman menilai, agresi fitnah yang mendera Rizieq, muncul alasannya ialah bergulir tentang besar: Reuni Akbar 212. Pekan-pekan menjelang reuni akbar pada 2 Desember itu, kata dia, eskalasi gangguan dan intimidasi kepada Rizieq Shihab meningkat.
Breaking News:
Hacker Paling Dibenci AS Beberkan Konspirasi yang Menyudutkan Islam
"Mohon doakan agar Allah SWT selalu melindungi Habib Rizieq Shihab dari fitnah dan kejahatan musuh-musuhnya," kata Munarman.
Pasukan Elite Turki
Kesal dengan fitnah terhadap salah satu keturunan Nabi, Turki mengerahkan pasukan elitenya untuk membantu pencarian pemain drama utamanya."Mencintai Ahlul Bait ialah kewajiban setiap Muslim, apapun madzhabnya, para imam Ahlus Sunnah sangat menjunjung tinggi kehormatan mereka dan menyayangi dengan sepenuh hati," ujar Jenderal Hulusi Akar, Panglima Angkatan Bersenjata Turki.
"Bila ada yang memfitnah Ahlul Bait, berarti telah melukai kami sebagai muslim. Para pemfitnah harus dimusnahkan," kata Jenderal yang ditakuti Amerika Serikat tersebut.
Mottonya cukup menciptakan bulu kuduk merinding. "Kami tiba bersama kematian!" Itulah salah satu semboyan Komando Pasukan Elite Turki atau Ozel Kuvvetler Komutanligi. Pasukan yang juga sering dijuluki Pasukan Baret Merah Marun atau Bordo Bereliler menyerupai warna baret pujian mereka.
Kendali pasukan ini pribadi berada di bawah Panglima Angkatan Bersenjata Turki. Hanya dari orang nomor satu di militer itulah mereka mendapatkan perintah operasi. Diperkirakan ketika ini jumlah personelnya mencapai 2.500 orang.
Mereka mempunyai sederet kemampuan layaknya anggota pasukan elite dunia lain. Mulai dari antiteroris, intelijen tempur, demolisi, gerilya dan antigerilya, pertempuran jarak dekat, pembebasan sandera sampai misi SAR tempur.
Sejak didirikan tahun 1952, 'anak-anak' Bordo Bereliler sudah kenyang dengan pengalaman operasi. Mereka selalu dilibatkan dalam aneka operasi militer yang melibatkan konflik Turki dan Kurdi. Pasukan ini juga diterjunkan untuk memburu militan ISIS yang bermarkas di perbatasan Turki dan Suriah.

No comments:
Post a Comment