Tanzania Kerahkan Pasukan Khusus Buat Buru Lgbt - Salallah

Media Inspiration

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Tuesday, January 1, 2019

Tanzania Kerahkan Pasukan Khusus Buat Buru Lgbt


Komunitas LGBT di Tanzania bersembunyi dan takut akan keselamatan mereka, sehabis seorang pejabat senior menyerukan kepada publik untuk melaporkan orang-orang yang dicurigai sebagai bab dari kelompok itu, sehingga, pegawanegeri sanggup mulai melaksanakan penangkapan pada awal pekan depan.

Paul Makonda, komisaris regional (gubernur) Ibu Kota Dar es Salaam, mengumumkan tindakan keras itu pada Senin 29 Oktober 2018, dengan menyampaikan bahwa "sebuah tim akan dibuat untuk mengidentifikasi dan menangkap banyak homoseksual," demikian menyerupai dikutip dari media Irlandia RTE.ie, Sabtu (3/11/2018).

Paul Makonda menyampaikan pada konferensi pers pada hari Selasa 30 Oktober bahwa ia telah mendapatkan lebih dari 5.700 laporan dari publik yang menyebut lebih dari 100 nama yang diduga gay.

Makonda juga membentuk 'Komite 17', tim yang akan ditugaskan untuk mengidentifikasi orang gay di situs media umum --seperti Facebook dan Twitter-- untuk kemudian menangkap mereka.

Di Tanzania, homoseksual sanggup menghadapi bahaya maksimal 30 tahun penjara.

Pengumuman Makonda telah memicu kepanikan dan ketakutan di antara ribuan orang LGBT di negara Afrika timur itu. Beberapa menyampaikan bahwa mereka terlalu takut untuk pergi keluar pada siang hari, sementara yang lain menentukan nomaden alasannya yaitu khawatir akan ditangkap.

"Sejak hari Senin, saya telah meninggalkan rumah saya dan berpindah ke sana kemari. Saya selalu melihat ke belakang jikalau sedang berjalan," kata Nathan (24) kepada Reuters melalui telepon dari Dar es Salaam.

"Ada begitu banyak ketegangan dalam komunitas gay dikala ini. Tidak hanya di Dar, tetapi di seluruh negeri. Kami benar-benar takut. Kami tidak tahu apa yang harus dilakukan dan ke mana harus pergi."

Meskipun tindakan keras itu akan dimulai pada hari Senin 5 November 2018, Nathan mengklaim bahwa rumah-rumah sudah digerebek di kota pelabuhan dan orang-orang gay ditangkap.

Kelompok kampanye Equality Now menyampaikan bahwa mereka terkejut dan khawatir dengan tindakan keras itu --yang juga menargetkan pekerja seks. Ia meminta pemerintah federal untuk mengutuk pernyataan Makonda dan memberlakukan aturan dan kebijakan untuk melindungi hak semua orang.

"Orang-orang LGBT dan prostitusi sudah sering dikucilkan dan menghadapi banyak sekali kekerasan dan ketidaksetaraan," kata Tsitsi Matekaire dari Equality Now.

"Penangkapan terhadap mereka melanggengkan ketidaksetaraan itu, menyebabkan marjinalisasi lebih lanjut dan kerusakan pada kesejahteraan mereka."


Sumber https://www.asiasatu.online

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages