Ilmuwan Swiss Benarkan Isi Alquran, Kita Semua Berasal Dari Adam Dan Hawa - Salallah

Media Inspiration

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Tuesday, January 1, 2019

Ilmuwan Swiss Benarkan Isi Alquran, Kita Semua Berasal Dari Adam Dan Hawa


Para ilmuwan di Swiss mengklaim telah menemukan bukti bahwa seluruh umat insan berasal dari sejoli atau pasangan tunggal, ialah Adam dan Hawa. Mereka menyatakan sejoli yang diriwayatkan di kitab suci itu benar-benar nyata.

Temuan itu dibentuk oleh para ilmuwan yang meneliti "kode kafe (bar code)" genetik lima juta "hewan"—termasuk manusia—dari 100.000 spesies yang berbeda.

Dan bukan hanya insan yang berasal dari sejoli tunggal, instruksi batang atau pecahan DNA yang berada di luar inti sel hidup mengatakan bahwa sembilan dari setiap 10 spesies binatang juga mengatakan menyerupai itu.

Menurut kitab suci baik Quran maupun kitab lain, Adam dan Hawa dipilih untuk menjadi pasangan pertama yang hidup di Bumi dan merupakan orang renta pertama.

Penelitian itu dipimpin oleh Senior Research Associate Mark Stoeckle and Research Associate David Thaler dari University of Basel, Swiss.

Mereka menyimpulkan bahwa 90 persen dari semua spesies binatang yang hidup dikala ini berasal dari orang renta yang semuanya mulai melahirkan pada waktu yang kurang lebih sama, kurang dari 250.000 tahun lalu. Kesimpulan itu melemparkan keraguan pada contoh evolusi manusia.

"Kesimpulan ini sangat mengejutkan," ujar Thaler."Dan aku melawannya sekeras yang aku bisa," lanjut dia.

Dr Stoeckle berujar; "Pada dikala insan menempatkan begitu banyak pementingan pada perbedaan individu dan kelompok, mungkin kita harus menghabiskan lebih banyak waktu pada cara-cara di mana kita menyerupai satu sama lain dan sisa 'kerajaan hewan'."

Laporan gres dari para andal di Rockefeller University bersama dengan University of Basel menerbitkan temuan luar biasa dalam Evolusi Manusia.

Mereka menggali wawasan "data besar" dari basis data genetika yang berkembang pesat di dunia dan meninjau literatur besar dalam teori evolusi, termasuk yang dicetuskan Charles Darwin.

Kesimpulan-kesimpulan tersebut menjadikan misteri besar mengapa kebutuhan hidup insan untuk memulai kembali diperlukan waktu yang relatif singkat.

Kepunahan yang diketahui terakhir selama masa dinosaurus 65 juta tahun kemudian membuka kemungkinan proses evolusi manusia. Manusia juga secara mengejutkan menyerupai dengan bukan hanya setiap insan lain, tetapi setiap spesies lain juga begitu.

"Jika seorang (makhluk) Mars mendarat di Bumi dan bertemu kawanan merpati dan kerumunan manusia, seseorang tidak akan tampak lebih bermacam-macam daripada yang lain sesuai dengan ukuran dasar DNA mitokondria," kata Jesse Ausubel, Direktur Program untuk Lingkungan Manusia di Rockefeller University.


Sumber https://www.asiasatu.online

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages