Nelayan Aceh Ditangkap Tentara Myanmar, Turki Kirim Kapal Perang - Salallah

Media Inspiration

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Tuesday, January 1, 2019

Nelayan Aceh Ditangkap Tentara Myanmar, Turki Kirim Kapal Perang


16 Nelayan asal Aceh yang melaut dari Kuala Idi, Aceh Timur, Aceh ditangkap Tentara Angkatan Laut Myanmar.

"Mereka ditangkap tentara Angkatan Laut Myanmar. Bukan Thailand," kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek dikala dikonfirmasi media nasional di Indonesia, detikcom, Senin (12/11/2018).

Para nelayan yang ditangkap ini diborgol tanganya dan diikat pada seutas tali panjang. Mereka terlihat digiring dari dermaga. Dari foto yang diperoleh detikcom, terlihat ada goresan pena "Myoma Jetty" di dermaga tersebut. Seorang petugas memegang tali dan tangan kirinya membawa sebuah kantong plastik warna putih.

Menurut Miftach, menurut informasi yang diperoleh dari KBRI, ke-16 nelayan Aceh ini ditangkap tentara Myanmar di Kawthaung, Provinsi Tanintharyi, Myanmar bab selatan. Lokasi ini berjarak sekitar 850 kilometer dari Yangon. Para nelayan ini diduga ditangkap alasannya ialah kepergok memasuki wilayah perairan Myanmar tanpa izin.

"KBRI Yangon sudah menugaskan PF. Protkons beserta dua lokal staf untuk berkoordinasi dan menjumpai dan bertemu secara eksklusif para nelayan WNI yang ditahan tersebut. Namun mengalami kesulitan alasannya ialah belum ada persetujuan tertulis dari pihak terkait dalam hal ini ialah Menteri Dalam Negeri Myanmar," terang Miftach.

"Pihak KBRI Yangon juga sudah berusaha menghubungi Menteri dalam Negeri Myanmar melalui Kepala Protokol Menteri Dalam Negeri Lt. Col. Min Kyaw Thu, namun belum mendapat respon," ungkapnya.

Hingga dikala ini, katanya, pihak KBRI Yangon masih berupaya untuk menemui para nelayan asal Tanah Rencong tersebut. Sementara terkait informasi adanya nelayan yang meninggal, Miftach belum sanggup memastikannya.

"Belum ada informasi terang (soal nelayan meninggal). Karena KBRI belum ketemu eksklusif dengan mereka," ujarnya.


Seperti diketahui, penangkapan terhadap para nelayan yang berangkat dari Kuala Idi, Aceh Timur, Aceh ini dilakukan pada Selasa 6 November sekitar pukul 08.00 pagi. Usai diciduk, ke-16 nelayan tersebut tidak sanggup dihubungi.

Menurut Miftach, pihaknya menduga para nelayan ini berada di teritorial negara lain alasannya ialah terbawa angin sesudah kapal mereka rusak. Ketika itu, mesin boat mogok sehingga tidak sanggup kembali ke daratan Aceh.

Sementara itu, pemerintah Turki eksklusif mengirimkan kapal perangnya menuju perairan sekitar Aceh. Pengiriman itu dimaksudkan untuk menyelamatkan nelayan dan juga memantau proses kembalinya warga Rohingya ke Myanmar. Setelah mengalami genocide yang sangat mengerikan.

“Pemerintah telah menginstruksikan kapal perangnya berlayar menuju Asia Tenggara,” ujar Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu, demikian dikutip dari Kantor Berita China Xinhua. (agse/asp)


Sumber https://www.asiasatu.online

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages