Dor Dor Dor... Suasana Lapas Dii Kalsel Mencekam - Salallah

Media Inspiration

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Wednesday, January 2, 2019

Dor Dor Dor... Suasana Lapas Dii Kalsel Mencekam


Suasana mencekam menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Banjarbaru, Kalsel, kemarin (24/7). Berawal dari perkelahian antarnarapidana, terjadi kerusuhan sampai upaya pelarian.

Puluhan personel Polres Banjarbaru, Polres Banjar dan Brimob Polda Kalsel dikerahkan. Sebagian besar masuk ke dalam mengenakan rompi anti peluru, senapan laras panjang, tameng anti huru-hara dan gas air mata.

Sebagian membawa pentungan dan senter berkeliling ke sepanjang tembok pagar lapas, antispasi kalau ada tahanan yang berhasil kabur.

Berkali-kali terdengar letusan tembakan peringatan di sekitar hutan dan semak yang mengungkung lapas. Tembakan dilakukan guna menakut-nakuti tahanan yang berpikir nekat untuk kabur.

Awal duduk masalah yaitu perkelahian antarnapi di Blok E dan Blok F. Gara-gara duduk masalah utang antar napi. Perkelahian itu menciptakan ribut dua blok penjara. Kericuhan ini diperkirakan terjadi pukul 15.30 Wita.

Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya dan puluhan anggotanya segera mendatangi lapas di Jalan Mistar Cokrokusomo Kelurahan Sungai Tiung Kecamatan Cempaka tersebut.

Hanya AKBP Kelana, Kapolsek Banjarbaru Timur AKP Avan Suligi dan Kabag Ops Polres Banjarbaru Kompol Mujiono yang masuk ke dalam lapas.

Sisanya berjaga di luar. Rupanya, kepala lapas merasa masih dapat mengendalikan situasi dan belum memerlukan bantuan.

Negosiasi selama hampir dua jam pun digelar. Upaya menenangkan napi di kedua blok, meredam emosi mereka untuk masuk ke dalam lapas dengan sukarela.

Entah apa yang terjadi, menjelang azan Maghrib, dikala polisi berniat pulang, malah terjadi keributan susulan yang lebih luas. Kapolres dan lainnya yang sudah hendak masuk kendaraan beroda empat malah berlarian menyebar ke seluruh area lapas.

Hingga kesudahannya keluar PLB (Panggilan Luar Biasa). Semua personel dari Polres Banjarbaru, Banjar, Polsek sekitar dan Brimob Polda Kalsel, baik yang sedang bertugas atau tidak, diinstruksikan tiba membantu.

Pukul 20.15 Wita, Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana datang. Mengenakan rompi anti peluru dan dikawal personel bersenjata lengkap. Disusul Kepala Kantor Wilayah Kalsel Kementerian Hukum dan HAM Imam Suyudi.

Kurang dari satu jam kemudian, relawan PMI (Palang Merah Indonesia) dan ambulans berdatangan merespon panggilan darurat dari aparat. Sekaligus tanda situasi di dalam lapas sudah kondusif.

Dari bencana tersebut petugas menghubungi pegawanegeri Kepolisian yang eksklusif menurunkan pasukan dari Polres Banjar, Polres Banjarbaru, Sat Brimob dan Polda Kalsel.

Sementara itu dari keterangan resmi Kepala Divisi Pemasyarakatan Anas Saeful Anwar dan Satgas Kamtib memimpin pengecekan kunci sel yang dirusak. Lalu memindahkan napi ke sel yang masih bagus.

Selebihnya, 25 napi yang terlibat perkelahian massal akan dipindahkan ke Lapas Khusus Narkotika Karang Intan di Kabupaten Banjar.

Hingga tadi malam sekitar pukul 23.30 Wita, proses pemindahan napi belum selesai. Awak media juga masih menunggu di luar lapas untuk memperoleh keterangan resmi dari Kapolda.

Lalu, apa yang menciptakan lapas ini rusuh? Pemicu awal kerusuhan di Lapas Kelas III Banjarbaru menyangkut lima narapidana. Perkelahian berdarah itu bermula dari penagihan utang.

Penyerang yaitu Deden Syaputra, 29 tahun, napi dengan masalah 365 KUHP; Erwin Patra, 34 tahun, masalah UU Kesehatan; David Franata, 29 tahun, masalah 365 kitab undang-undang hukum pidana dan Muhammad Faisal, 21 tahun, masalah UU Darurat 1951.

Korbannya yaitu Ahmad Ali Faisal, 43 tahun, tahanan masalah 338 KUHP. Ali diserang keempat napi tersebut. Dikeroyok dengan senjata tajam, diduga dari bilah besi yang ditajamkan.

Hingga Ali mengalami luka di lengan kanan, pelipis kiri, dan kepala robek yang harus dijahit tim medis lapas.

Awal kisah yaitu Ali yang berutang pada Deden. Lawannya itu terus menagih sampai jatuh tempo. Kesal, Deden coba menagih dengan cara kekerasan.

Karena situasi belum kondusif, polres menunggu untuk dapat menilik masalah perkelahian tersebut. "Iya pakai sajam, tapi belum ditemukan," kata Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya.

Lapas Banjarbaru dihuni 548 tahanan. Mereka dipisahkan dalam lima blok. Kerusuhan ini bermula hanya dari Blok E dan F. (fud/ay/ran)

Sumber https://www.asiasatu.online

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages