Ketakutan Diserbu China, Taiwan Minta Sumbangan Indonesia - Salallah

Media Inspiration

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, March 15, 2018

Ketakutan Diserbu China, Taiwan Minta Sumbangan Indonesia


Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada Sabtu (5/1/2019) menyerukan dukungan dan dukungan masyarakat internasional, terutama Indonesia sehabis China mengancam akan memakai kekuatan militer untuk memaksa reunifikasi.

Tsai menyampaikan dukungan diharapkan untuk membela demokrasi dan cara hidup negaranya dalam menghadapi bahaya Beijing.

Permintaan dukungan itu muncul sehari sehabis Presiden China Xi Jinping menyampaikan angkatan bersenjata negara Tirai Bambu harus memperkuat rasa urgensi mereka dan melaksanakan segala yang mereka sanggup untuk mempersiapkan pertempuran.

"Kami berharap masyarakat internasional menanggapinya dengan serius dan sanggup menyuarakan dukungan dan membantu kami," kata Tsai kepada wartawan di Taipei, mengacu pada bahaya China yang akan memakai kekuatan militer untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya.

Menurutnya, jikalau komunitas internasional tidak mendukung, maka negaranya yang demokratis sanggup terancam. "Kita mungkin harus bertanya negara mana selanjutnya?," ujar Tsai, menyerupai dikutip Reuters.

Taiwan yaitu dilema paling sensitif bagi China. Pemerintah Xi Jinping menganggap Taiwan sebagai provinsinya yang membangkang.

Xi Jinping telah meningkatkan tekanan pada Taipei semenjak Tsai dari Partai Progresif Demokratik yang pro-kemerdekaan menjadi presiden Taiwan pada tahun 2016.

Presiden Xi menyampaikan pada hari Rabu bahwa China mempunyai hak untuk memakai kekuatan guna membawa Taiwan di bawah kendalinya. Kendati demikian, pihaknya akan berusaha untuk mencapai reunifikasi tenang dengan wilayah tersebut.


Sebagai tanggapannya, Tsai menyampaikan Taiwan tidak akan mendapatkan kebijakan politik "satu negara, dua sistem" dengan China. Dia menekankan semua perundingan perlu dilakukan atas dasar kedua pihak pemerintah.

Tsai juga mendesak China untuk mempunyai pemahaman yang benar perihal apa yang orang Taiwan pikirkan. Menurutnya, tindakan menyerupai intimidasi politik tidak membantu dalam hubungan lintas selat.

China dan Taiwan dulunya memang satu pemerintahan. Namun, terpisah pada tahun 1949 sehabis perang saudara.
(mas)


Sumber https://www.asiasatu.online

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages