Terbongkar! Begini Cara Anyir China Yang Hampir Kuasai Malaysia - Salallah

Media Inspiration

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, March 15, 2018

Terbongkar! Begini Cara Anyir China Yang Hampir Kuasai Malaysia


China pernah menyampaikan pinjaman untuk menyelamatkkan dana pemerintah Malaysia di sentra skandal korupsi miliaran dolar AS, yang dikenal dengan nama 1MDB tahun 2016 silam.


Hal itu diungkap Wall Street Journal awal pekan ini (Senin, 7/1), sehabis melaksanakan tinjauan risalah atas serangkaian pertemuan yang dirahasiakan yang pernah dilakukan oleh Najib Razak, yang pada dikala itu masih menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia, serta sejumlah pejabat tinggi China.

Pada dikala itu, para pejabat China menyampaikan kepada pejabat-pejabat Malaysia yang berkunjung bahwa China akan memakai pengaruhnya untuk mencoba menciptakan Amerika Serikat dan negara-negara lain menjatuhkan tuduhan mereka bahwa sekutu-sekutu Perdana Menteri Najib Razak dan yang lainnya menjarah dana 1MDB.

Bukan hanya itu, China juga menyampaikan pinjaman untuk mengganggu rumah dan kantor wartawan Wall Street Journal di Hong Kong yang sedang menilik kasus dana tersebut, demi mengetahui siapa yang membocorkan informasi kepada mereka.

Sebagai imbalannya, Malaysia menyampaikan taruhan yang menguntungkan dalam proyek-proyek kereta api dan pipa untuk kegiatan One Belt, One Road China untuk membangun infrastruktur di luar negeri.

Kemudian, dalam beberapa bulan, Najib yang dikala itu menjadi Perdana Menteri, menandatangani kontrak senilai 34 miliar dolar AS untuk pembangunan rel, kanal pipa dan akad lainnya dengan perusahaan negara China. Proyek-proyek itu akan dibiayai oleh bank-bank China dan dibangun oleh para pekerja China.

Selain itu, merujuk pada dua sumber anonim yang erat dengan informasi tersebut, ditemukan bahwa Najib memulai pembicaraan belakang layar dengan pejabat-pejabat China untuk membiarkan kapal-kapal angkatan maritim China berlabuh di dua pelabuhan Malaysia. Izin semacam itu akan menjadi konsesi penting bagi Beijing, yang mencari imbas lebih besar di perairan Laut China Selatan yang diperebutkan. Namun, pada akhirnya, hal itu tidak terjadi.

Tinjauan Wall Street Journal atas proyek-proyek China-Malaysia, menurut pada dokumen dan wawancara dengan pejabat dikala ini dan mantan pejabat Malaysia, memperlihatkan detil dari masa di mana kekuatan politik China bekerja di belakang kegiatan Belt and Road China. Program itu ialah sebuah inisiatif khusus untuk membangun pelabuhan, kereta api, jalan, dan jaringan pipa di sekitar 70 negara untuk menghasilkan perdagangan dan bisnis bagi perusahaan China.

Risalah pertemuan pejabat China-Malaysia itu menyampaikan bahwa meskipun tujuan proyek ialah "bersifat politis", yakni untuk menopang pemerintahan Najib, menuntaskan utang 1MDB dan memperdalam imbas China di Malaysia, namun sangat penting bagi publik untuk melihatnya sebagai langkah yang diambil alasannya ialah dorongan pasar.

Tidak ada keterangan atau konfirmasi dari pihak pemerintah China terkait laporan ini. [mel]


Sumber https://www.asiasatu.online

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages