Selama 2018, Ratusan Bocah Penghafal Quran Palestina Tewas Dibantai Israel - Salallah

Media Inspiration

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, March 15, 2018

Selama 2018, Ratusan Bocah Penghafal Quran Palestina Tewas Dibantai Israel


Organisasi Defence for Children International Palestine (DCIP) melaporkan sebanyak 154 anak Palestina dibunuh Israel selama 2018. Dilansir dari Middle East Monitor (3/1), para saksi mata pembunuhan itu menyampaikan tentara Israel membunuh belum dewasa yang tak bersenjata dan tidak mengancam pemerintah maupun warga Israel.


Anak-anak Palestina dibunuh oleh penembak jitu, drone, dan pasukan keamanan Israel di sepanjang Tepi Barat. Lima anak yang dibunuh pada tahun kemudian berusia di bawah 12 tahun. Sebanyak 149 anak dibunuh dikala mereka melaksanakan demonstrasi The Great March of Return. Kebanyakan dari mereka ialah para penghafal quran.

Sebanyak 73 persen tentara Israel memakai peluru tajam dalam menghadapi belum dewasa Palestina. Tidak hanya tentara Israel yang menjadi bahaya bagi belum dewasa Palestina tapi juga tentara Palestina sendiri. 

"Sebanyak 140 kasus belum dewasa Palestina ditangkap tentara Palestina," kata DCIP dalam laporannya tersebut.

Israel juga menangkap 120 belum dewasa Palestina di Tepi Barat. Baik di tangan tentara Israel maupun tentara Palestina, belum dewasa Palestina mengalami kekerasan.

Terlebih pembunuhan dan serangan yang dilakukan penembak jitu Israel terhadap belum dewasa Palestina di demonstrasi the Great March of Return menyampaikan mereka memang mengincar generasi yang akan melanjutkan perlawanan terhadap penjajahan Israel. Hukum internasional tidak berkhasiat bagi Israel maupun pemerintah Palestina.

Mereka terus melaksanakan pelanggaran aturan internasional terhadap belum dewasa Palestina. Hukum internasional hanya relevan ketika Palestina menghadap ke Dewan Sidang PBB yang juga tidak mengindahkan aturan internasional dengan benar. Sementara itu, masyarakat internasional juga membiarkan kekerasan terhadap belum dewasa itu terjadi.

Dalam laporan DCIP terlihat rata-rata tentara Israel membunuh satu anak Palestina per pekan. Stasistik sebelumnya lebih jelek lagi. Dari tahun 2000 hingga 2014 rata-rata Israel membunuh anak Palestina setiap tiga kali sehari.

Organisasi Pembebasan Palestina (HAMAS) juga sudah meminta rakyat Palestina dan fraksi Islam di Palestina untuk memberontak terhadap Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang dianggap diktator. Dalam pernyataan yang diunggah di situs mereka, Hamas menyangkan pidato Abbas yang menyerang Gaza dan Hamas.

"Pidato ini mencerminkan kepribadian orang kalah, yang mana tidak pantas menjadi presiden atau rakyat Palestina yang berani," kata Hamas dalam pernyataannya tersebut.


Sumber https://www.asiasatu.online

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages