Calon Wapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyatakan bunyi masyarakat di Sumatera Utara (Sumut) beralih ke Jokowi sehabis ia mengklarifikasi hoaks dan kampanye hitam di sana.
Hal itu disampaikan Ma'ruf usai berkampanye di Sumut selama 3 hari, khususnya di basis masa Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yakni di Medan, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, dan Padang Lawas dan Padang Lawas Utara.
"Isu-isu yang menyudutkan Pak Jokowi itu kami netralisir bahwa info itu tidak benar. alasannya yaitu itu mereka mulai menyadari. Kami katakan itu tidak benar semua," papar Ma'ruf melalui keterangan tertulis, Senin (11/3/2019).
"Ketika mereka tahu bahwa itu tidak benar, maka kemudian mereka bergeser. Ketika di sini ada saya, mereka semakin merapat ke 01. Itu yang kami harapkan bahwa elektabilitasnya akan berubah dan menjadi menguat," lanjut dia.
Ia pun menilai kampanyenya di Sumut berlangsung sukses. Hal itu, kata dia, sanggup dilihat dari besarnya antusiasme masyarakat ketika menyambut kedatangannya.
Ia menambahkan ketika ini elektabilitasnya dan Jokowi sudah bisa menyaingi Prabowo-Sandiaga, khususnya di kabupaten dan kota yang menjadi basis masa sang penantang.
Diketahui, pada Pilpres lalu, Prabowo berhasil menang di 13 tempat Sumut, yang lebih banyak didominasi berada di bab selatan.
Diantaranya ialah Medan, Deli Serdang, Binjai, Langkat, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Tanjung Balai, Labuhan Batu, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Mandailing Natal, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara.
"Semangat masyarakatnya besar lengan berkuasa sekali, dukungannya besar lengan berkuasa sekali, apalagi disini, di Mandailing Natal cukup besar. Karena itu aku optimis elektabilitas 01 Jokowi-Ma'ruf Amin akan mengubah situasi di tempat Sumatera Utara bab Selatan. 200juta warganya niscaya pilih," papar Ma'ruf lagi.

No comments:
Post a Comment