Novel Baswedan : Saya Tidak Dapat Baca Alquran Lagi, Tapi Tetap Kubawa Selalu - Salallah

Media Inspiration

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Tuesday, January 1, 2019

Novel Baswedan : Saya Tidak Dapat Baca Alquran Lagi, Tapi Tetap Kubawa Selalu


Novel Baswedan begitu tegar menjalani kehidupan usai matanya disiram air keras oleh orang yang sampai dikala ini belum diketahui identitasnya. Semangat Novel untuk berjuang memberantas korupsi tidak sedikitpun kendur.

Namun, setegar-tegarnya Novel, beliau tetap punya penyesalan. Akibat kedua matanya rusak, sekarang Novel tidak lagi dapat membaca Alquran.

“Saya tidak dapat lagi membaca Alquran. Saya sudah mencoba untuk membaca Quran dengan ukuran yang lebih besar ternyata saya tidak dapat membaca dengan baik sebab kurang dapat melihat,” kata Novel.

Berbagai upaya telah dilakukan Novel supaya tetap dapat membaca Alquran. Namun, sampai dikala ini belum membuahkan hasil.

“Saya memakai beling pembesar atau kacamata yang berlubang-lubang untuk fokus saya dapat membaca lebih baik. Cuma itu tidak dapat berlangsung lama. Makara sebentar saja,” terang Novel.

Meski telah memakai beling pembesar dan membeli Quran dengan ukuran besar, ternyata Novel tetap tidak dapat membaca ayat suci itu. Penggunaan alat bantu menyerupai beling pembesar ternyata malah menciptakan mata Novel semakin gampang lelah.

“Saya tidak dapat memakai dalam jangka waktu yang cukup panjang sebab walaupun memakai beling pembesar dan membantu fokus, itu dalam tempo cukup usang menciptakan mata lelah,” urainya.

Meski tidak dapat lagi membaca Alquran, Novel terlihat membawa sebuah Quran dikala kami temui. Quran itu selalu ada di tangan Novel.

Penyidik senior KPK itu menjelaskan, Quran yang selalu dibawanya dikala ke masjid yakni sumbangan dari seseorang. Suatu ketika, ada seorang pria yang menghampiri Novel dikala menjalankan salat berjemaah di masjid. Lelaki itu kemudian memperlihatkan sebuah Quran untuk Novel.

“Ini pemberian, ya walaupun tidak dapat saya baca tapi masih dapat saya pegang dan saya bawa,” kata Novel disusul tawa.

Novel memang terlihat sangat hening meski penglihatannya berkurang sampai 80%. Dengan bercanda, beliau sedikit berkelakar soal caranya menjalani hidup dikala ini.

“Sekarang jikalau jalan ke masjid gitu pakai kacamata hitam, ya biar keren kayak kalianlah,” ucapnya disusul tawa.

Kesulitan lain yang dihadapi Novel yakni dikala banyak pesan singkat masuk ke ponselnya. Begitu banyak pesan singkat yang masuk ke ponselnya namun tidak sempat terbaca. Alasannya, Novel tidak dapat membaca goresan pena melalui pesan singkat.

“Kalau ada WhatsApp masuk ke HP saya, saya minta bantu rekan yang di erat saya untuk membacakan. Belakangan sehabis saya mempunyai beling pembesar saya memakai itu tapi saya jarang sekali membaca sebab acara itu menciptakan saya menjadi dan waktunya juga sulit, sebab tidak dapat membaca untuk waktu yang lama,” tegasnya.

Hingga dikala ini Novel masih menjalani perawatan dua kali seminggu. Beberapa ahad lagi, Novel dijadwalkan akan menjalani operasi mata. [ni]

Sumber https://www.asiasatu.online

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages