Allahu Akbar! Dewasa Palestina Korban Israel Ini Menunjuk Ke Langit Sambil Bilang Saya Lihat Surga - Salallah

Media Inspiration

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Wednesday, January 2, 2019

Allahu Akbar! Dewasa Palestina Korban Israel Ini Menunjuk Ke Langit Sambil Bilang Saya Lihat Surga


Foto yang jadi headline di beberapa media di Timur Tengah ini menciptakan merinding. Hasyim (17) dewasa yatim piatu yang jadi korban kebrutalan Israel ini menunjuk ke langit ketika jelang ajalnya. Sambil tersenyum ia berkata, "Wahai saudaraku, saya melihat surga."

Ahmad (38) warga Palestina yang ikut mengevakuasi dewasa tersebut bercerita bahwa dewasa tersebut kesudahannya meninggal dunia.

"Saat kami evakuasi, kulihat tangan anak itu menunjuk ke langit sambil berbicara pelan dan memberitahu kami, jikalau ia melihat surga," ujar Ahmad sambil menyeka airmatanya.

"Banyak yang iri pada perjuangannya. Ini yaitu komitmen Allah untuk para syuhada," sambung Ahmad dan disambut teriakan "Allahu Akbar" warga Palestina yang masih menciumi jasad dewasa pemberani itu.

Sebelumnya, Palestina membekukan semua kontak dengan Israel sesudah pasukan keamanan Zionis Israel kalap di kompleks Masjid al-Aqsa. Pasukan Israel mengumbar tembakan terhadap demonstran di situs al-Aqsa yang menewaskan tiga warga Palestina.

Pembekuan semua kontak antara Palestina dan Israel diumumkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas melalui pidato yang disiarkan di televisi pada Jumat malam.

Abbas menyampaikan semua kontak resmi dengan Israek akan dibekukan hingga detektor logam yang dipasang di kompleks masjid suci umat Islam itu dilepas.

”Saya menyatakan penghentian semua kontak dengan pihak Israel di semua tingkat hingga ia membatalkan tindakannya di Masjid Al-Aqsa dan mempertahankan status quo,” kata Abbas, yang dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (22/7/2017).

Pengumuman dari Abbas muncul sesudah tiga warga Palestina tewas ketika bentrokan dengan pasukan keamanan Palestina di Yerusalem dan Tepi Barat pada hari Jumat. Mereka tewas sesudah polisi Israel menembakkan amunisi, gas air mata, dan peluru karet untuk membubarkan demonstran Palestina.

Jurnalis Al Jazeera, Harry Fawcet, melaporkan bahwa tindakan Abbas merupakan langkah besar. ”Itu berarti mengakhiri kolaborasi keamanan, itu yaitu sesuatu yang sebagian besar orang Palestina telah minta,” katanya.

”Ini yaitu cara untuk mencoba meningkatkan tekanan pada Israel untuk menghapus detektor logam yang telah memicu demonstrasi,” lanjut dia.

Para pemimpin muslim dunia menuduh detektor logam tersebut merupakan bab dari upaya Israel untuk memperluas kontrol atas situs suci di Yerusalem tersebut. Israel membantah tuduhan itu.

PBB telah menyerukan de-eskalasi kekerasan dan ketegangan di Yerusalem. Juru bicara PBB, Farhan Haq, menyampaikan kebebasan umat beragama di Yerusalem harus dihormati.

”Apa yang penting bagi semua orang di tempat-tempat suci, termasuk semua jemaah di tempat-tempat suci, merasa bahwa kebebasan beragama mereka dihormati,” katanya.

“Masalahnya rumit dan kami memahami duduk perkara keamanan yang sah, namun di sisi lain penting bahwa status quo di lokasi tetap dipertahankan.” (mis)

Sumber https://www.asiasatu.online

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages